Cari Jurnalis yang Hilang, Turki Akan Geledah Konsulat Arab Saudi di Istanbul


BEBEZHA - Pemerintah Turki mengatakan akan menggeledah Konsulat Arab Saudi di Ankara di mana jurnalis Jamal Khashoggi menghilang pekan lalu. Turki, Amerika Serikat dan Inggris telah mendesak Riyadh untuk memberikan jawaban atas hilangnya Khashoggi.

Jurnalis berusia 59 tahun itu terakhir terlihat sepekan lalu memasuki konsulat di Istanbul untuk mendapatkan dokumen yang terkait dengan pernikahan yang akan dilakukannya. Tunangannya yang menunggu di luar konsulat mengatakan, Khashoggi tidak pernah muncul kembali sejak saat itu.

Sumber-sumber Turki meyakini sang jurnalis, yang merupakan seorang pengkritik keras kebijakan Arab Saudi telah dibunuh di dalam gedung misi diplomatik itu. Pada Senin, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menuntut Arab Saudi untuk membuktikan bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat.

Arab Saudi menolak tuduhan yang menyatakan pihaknya telah menculik dan membunuh Khashoggi dan mengundang pakar dari Turki dan pejabat lainnya untuk mengunjungi konsulat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy mengatakan, bahwa penyelidikan kasus ini masih berlangsung “dengan intensif” dan akan melalukan pemeriksaan di konsulat. Dia mengatakan, Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik memungkinkan konsulat untuk digeledah oleh otoritas negara tuan rumah dengan persetujuan dari kepala misi diplomatik.

"Gedung konsulat akan digeledah dalam rangka penyelidikan," kata Aksoy dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (10/10/2018).

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar dari otoritas Arab Saudi mengenai laporan tersebut.

Sebuah sumber keamanan Turki sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa sekelompok 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat, telah tiba di Istanbul dalam dua pesawat dan memasuki konsulat pada hari yang sama saat Khashoggi ada di sana, dan kemudian meninggalkan negara itu. Tidak dijelaskan apakah hal itu berhubungan dengan lenyapnya sang jurnalis.

Khashoggi meninggalkan Arab Saudi tahun lalu dan mengatakan bahwa dia takut akan pembalasan yang mungkin diterima akibat kritiknya terhadap kebijakan Saudi terkait perang Yaman dan tindakan kerasnya pada oposisi. Sejak itu, Khashoggi menulis kolom untuk surat kabar Washington Post. Hilangnya jurnalis itu telah memicu keprihatinan internasional.

AS dan Inggris adalah dua negara yang menyampaikan keprihatinannya mengenai kasus ini dan mendesak Arab Saudi untuk memberi jawaban atas hilangnya Khashoggi.

(okz) 

0 Response to "Cari Jurnalis yang Hilang, Turki Akan Geledah Konsulat Arab Saudi di Istanbul"

Posting Komentar