Ini Keterangan Kepala Gudang Bulog Rancaudik, Soal Beras Rastra Yang Tak Layak Dikonsumsi


BEBEZHA - Ramainya perbincangan dan kecaman  masyarakat di media social  terkait pemberitaan bulog subang yang mengirim beras  Rasta tak layak konsumsi  ke beberapa desa di Kecamatan Pamanukan  jumat siang(21/4) mulai ditanggapi serius oleh berbagai pihak.
 
Seperti diberitakan sebelumnya oleh realitajabar.com, Jumat siang(21/4) kemarin,  ratusan karung beras rastra  yang dikirim  ke Desa Rancassari dan Pamanukan Sebrang   kondisi berasnya  berwarna  kuning,bau apek ,kotor dan banyak ditemukan bangkai kutu didalamnya sehingga  di nilai tak layak dikonsumsi oleh manusia, melainkan lebih layak untuk pakan ternak.

Menurut keterangan kepala gudang Bulog Rancaudik mengatakan” yang yang dikirim ke Desa Rancasari dan Desa Pamanukan Sebrang kemarin, merupakan beras yang seharusnya sudah dikirim pada periode januari lalu, namun baru bisa dikirim hari ini dikarenakan berbagai hal terkait diantaranya ada aturan baru terkait prosedur pengiriman beras.

“jadi beras yang kemarin kami kirim kemarin ke Desa Rancasari dan Pamanukan Sebrang sudah terlalu lama berada digudang sehingga  kualitas berasnya menurun, karena seharusnya sudah dikirim awal Januari dulu, namun baru hari ini kita kirim karena terbentur dengan aturan baru” kilah kepala gudang Bulog Rancaudik  Asep Supriatna.

Asep Supriatna juga menegaskan , seharusnya pihak desa bisa langsung menghubungi kami jika menemukan beras yang kami kirim tidak layak konsumsi.

“jika beras itu tidak layak konsumsi, seharusnya jangan diterima dan kembalikan lagi ke gudang, Insya Allah kami akan menggantinya dengan yang baru”tandasnya.

Kedepan hal seperti ini akan kami jadikan pelajaran semoga tidak terulang lagi, kita akan memperbaiki pola manajemen keluar masuk beras di gudang menerapkan "first in first out" maka beras yang tak layak konsumsi karena waktu penyimpanannya lama seharusnya tidak terjadi.

"Kami semua akan melakukan monitoring, evaluasi, untuk menghindarkan kemungkinan beras tidak layak konsumsi terdistribusi lagi ke masyarakat," papar dia.

Ketika disinggung apakah ada permainan bulog dengan pengepul yang selalu merajarela disetiap turunnya beras Rastra/raskrin, Asep Supriatna dengan tegas menampiknya.

“kami tak bermain dengan pengepul, menurunnya kualitas beras tak lebih karena terlalu lama disimpan digudang”tegasnya.

(rj) 

0 Response to "Ini Keterangan Kepala Gudang Bulog Rancaudik, Soal Beras Rastra Yang Tak Layak Dikonsumsi"

Posting Komentar